Karakter Wayang Dewi Shinta
January 6, 2014
Nama Dewi Sinta merupakan satu tokoh dalam cerita Ramayana. Dewi
Sinta adalah isteri dari Prabu Rama Wijaya yang menjadi pewaris tahta
Ayodya. Dalam cerita Ramayana ini diceritakan bahwa keberadaan sinta
yang sedang melakukan perjalanan namun diculik oleh Rahwana raja
Alengka.
Dewi Sinta diculik dan dibawa ke kerajaan Rahwana tersebut dan di rayu
untuk menjadi isteri rahwana, namun Dewi Sinta yang merupakan sosok yang
tidak mudah goyah oleh godaan dan tantangan maka Rahwana pun kesulitan
untuk mewujudkan keinginannya tersebut. Sang Rama pun tidak tinggal diam
dengan mengutus mata mata yakni Hanoman seekor kera putih akhirnya
Negara alengka porak poranda dan Dewi Sinta pun akhirnya diselamatkan.
Namun sang rama pun ragu akan kesucian Dewi Sinta yang telah diculik
oleh rahwana tersebut, karena beranggapan bahwa Dewi Sinta telah dinodai
oleh Rahwana. Untuk menguji hal tersebut sang Rama pun memerintahkan
sang istri Dewi Sinta untuk masuk dalam api, dimana jika keberadaan dewi
sinta masih suci maka ia akan selamat dan jika tidak maka Dewi Sinta
akan binasa. Sebagai sorang yang taat dan kesetiaannya kepad suaminya
maka Dewi sinta pun menuruti perintah dari sang Rama tersebut dan
terbukti Dewi Sinta tidak mengalami cedera sedikitpun. Maka dengan
peristiwa tersebut sang Rama kembali menerima keberadaan Dewi Sinta dan
mereka benar benar saling mncintai satu sama lainnya. Cerita tersebut
bisa dilihat pada penanyangan dalam serial Ramayana yang sering di
pertontonkan di Area Candi Prambanan dan juga Purawisata Yogyakarta,
Fragmen tersebut berjudul Sinta Obong. Dari cerita tersebut dapat
diambil satu makna bahwa keberadaan Dewi Sinta merupakan sosok yang
setia dan taat pada suami. Dewi Sinta dapat digambarkan sebagai pribadi
wanita yang lembut, penurut, tulus, berbudi halus, berbakti, dan penuh
cinta. Namun selain itu seorang dewi Sinta jug merupakan sosok wanita
yang lemah dan selalu pasrah dan menggantungkan semua kehidupannya pada
seorang sosok suami.
Dewi Sinta diculik dan dibawa ke kerajaan Rahwana tersebut dan di rayu
untuk menjadi isteri rahwana, namun Dewi Sinta yang merupakan sosok yang
tidak mudah goyah oleh godaan dan tantangan maka Rahwana pun kesulitan
untuk mewujudkan keinginannya tersebut. Sang Rama pun tidak tinggal diam
dengan mengutus mata mata yakni Hanoman seekor kera putih akhirnya
Negara alengka porak poranda dan Dewi Sinta pun akhirnya diselamatkan.
Namun sang rama pun ragu akan kesucian Dewi Sinta yang telah diculik
oleh rahwana tersebut, karena beranggapan bahwa Dewi Sinta telah dinodai
oleh Rahwana. Untuk menguji hal tersebut sang Rama pun memerintahkan
sang istri Dewi Sinta untuk masuk dalam api, dimana jika keberadaan dewi
sinta masih suci maka ia akan selamat dan jika tidak maka Dewi Sinta
akan binasa. Sebagai sorang yang taat dan kesetiaannya kepad suaminya
maka Dewi sinta pun menuruti perintah dari sang Rama tersebut dan
terbukti Dewi Sinta tidak mengalami cedera sedikitpun. Maka dengan
peristiwa tersebut sang Rama kembali menerima keberadaan Dewi Sinta dan
mereka benar benar saling mncintai satu sama lainnya. Cerita tersebut
bisa dilihat pada penanyangan dalam serial Ramayana yang sering di
pertontonkan di Area Candi Prambanan dan juga Purawisata Yogyakarta,
Fragmen tersebut berjudul Sinta Obong. Dari cerita tersebut dapat
diambil satu makna bahwa keberadaan Dewi Sinta merupakan sosok yang
setia dan taat pada suami. Dewi Sinta dapat digambarkan sebagai pribadi
wanita yang lembut, penurut, tulus, berbudi halus, berbakti, dan penuh
cinta. Namun selain itu seorang dewi Sinta jug merupakan sosok wanita
yang lemah dan selalu pasrah dan menggantungkan semua kehidupannya pada
seorang sosok suami.
Sumber: https://hadysheila19.wordpress.com/2014/01/06/karakter-wwayang-dewi-shinta/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar